"Seorang figur Pemimpin yang baik harus bersifat mendidik dan membina!". Itulah yang ada dalam benak penulis mengenai perkembangan yang sudah terlalu dewasa. Masalah-masalah kecil hingga masalah yang rumit sangat merasuki dinamika kehidupan, terutama perkembangan anak-anak. Tidak perlu dipungkiri lagi bahwa negara kita ada dalam krisis yang cukup membelit, dan tidak tanggung-tanggung semua iotu menjadi rantai yang berkaitan, tidak tahu dari mana ujungnya dan akarnya.
Terkadang berpikir dan merenungkan apakah semua permasalahan itu harus dilewati dengan sebuah kata "Lari" atau harus dihadapai dengan masak-masak. Lalu sejenak penulis mendalami sebuah situasi ini dan hanyalah terlintas pikiran tersebut! "seorang pemimpin yang baik dan MUNGKIN bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di setiap situasi ini adalah mereka yang memiliki figur MEMBINA dan MENDIDIK!" Sebagai mahasiswa/i sekaligus calon pendidik kita dalam realitasnya kita akan bertemu dengan sebuah situasi yang berbeda dan cukup rumit, dan hal itu didasari bahwa kita akan bertemu dengan Makhluk Hidup, berbeda dengan ilmu sipil, hukum, perekonomian yang tidak secara langsung bertemu dengan manusia. Manusia sebagai pusat dan lebih tepatnya kita disini lebih mengarahkan kepada mereka ke jalan yang benar.(Seirama dengan kebenaran-Concordia cum veritae). Nah bila kita mengingat kembali, sebagai pendidik menjalani tugas moral yang cukup berat.Di UNIKA Atma Jaya mempunyai jurusan yang berhubungan keguruan, yaitu Bagi Prodi PGSD mereka mempunyai sebuah beban Moral yaitu mendidik anak-anak umur 6 tahun hingga 12 tahun, sedangkan Bimbingan Konseling lebih kepada bimbingan moral dan jiwa seseorang istilah kata dalam bahasa ngetrendnya ialah "tempat curhat". Lalu untuk Teologi ada pada bagian membimbing spiritualitas rohani yang bisa menunjang moral seseorang menjadi kepribadian baik. Bagaimana dengan Inggris? ya. Memang bagiannya berbeda sendriri tetapi tetap mempunyai tujuan yaitu membimbing para naradidiknya, bahkan mempunyai perbandingan Budaya Indonesia dengan Inggris.
Terlepas dari semua ilmu yang kita punyai dan kita pelajari kini, penulis mempunyai pertanyaan mendalam... apakah kita sudah bersifat mendidik dan membina walaupun gelar S.pd masih dalam proses?? jawaban itu ada pada diri kita sendiri. Sebuah kebenaran yang menjadi patokan dalam mendidik, dan diperlukan bagi negara kita dan masyarajkat yang sudah agak rumit. Bila penulis boleh mengutip perkataan john Dewey : “Kebenaran sama sekali bukan hal yang sekali ditentukan dan tidak boleh diganggu gugat, sebab dalam prakteknya kebenaran memiliki nilai fungsional yang tetap. Segala pernyataan yang kita anggap benar pada dasarnya dapat berubah” Kebenaran ada pada setiap personalnya dan harus saling memiliki kesadaran supaya mengingatkan ke arah yang benar. Tidak perlu memaksakan sesuatu hal yang dikira bisa menjadi paradigma, dan kebenaran bisa saja berubah-ubah karena pada kondisi tertentu. Sebagai pendidik atau pembina semua yang diarahkan pada kebenaran harus tergantung pada manusia dan situasi, tidak perlu berbentuk otoritas tetapi biarkan mereka mencari dan menggali sendiri. Selama ini penulis memandang kebenaran dalam situasi ini hanyalah bersifat ilmu dan abstrak, tidak bersifat kongkrit danterkadang bertolak belakang pada kasusnya. Peran pendidik dan pembina diletakkan pada perkataan Ki hajar Dewantara: ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. ("di depan menjadi teladan, di tengah membangkitkan semangat, dari belakang mendukung")
Apa yang telah terjadi sudah terlanjur dan tidak perlu diratapi lagi. Dewasa ini pula berbagai lapisan masyarakat hanya mengkritik tidak mau mencari jalan keluar. Alangkah baiknya setiap personal saling mendukung dan mendorong sesamanya ke arah kebenaran yang sejati, dan... menanamkan sikap yang tidak acuh kepada kondisi yang telah terlanjur ini. Teruntuk untuk para calon pendidik Di FKIP Atma Jaya, mulailah kita membuka hati, pikiran, dan telinga sebagai perlambang juga kepedulian kita terhadap situasi yang sudah lumayan kompleks. Bahkan mulai membuat sebuah karya nyata yang tidak terfokus pada satu titik saja, namun menyeluruh kepada agenda-agenda pembangunan bangsa. Jadilah seorang pendidik yang mendidik yang menanamkan sebuah moral dan etika yang baik untuk klangsungan masyarakat, jadilah seorang pembina yang mengajak sesamanya tidak acuh untuk menemukan sebuah kebenaran agar kita sama-sama menyadari dan memahami apa yang diperlukan. Lakukan Sekarang Atau Tidak Sama Sekali!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar